News

Prambanan Shiva Festival 2026 Sukses Ditutup dengan 1.008 Pelita yang Memukau

Pada Minggu dini hari, 18 Januari 2026, masyarakat Hindu berkumpul di Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, untuk merayakan upacara persembahyangan Shivaratri yang megah. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Prambanan Shiva Festival 2026 yang ditutup dengan pencerahan 1.008 pelita, atau dipa, di Lapangan Wisnu, Taman Wisata Candi Prambanan.

Mahashivaratri: Momen Spiritual yang Mendalam

Mahashivaratri, yang pertama kali diadakan di Indonesia, bukan hanya sekadar upacara; ia merupakan sebuah pengalaman yang menyatukan umat dalam doa dan meditasi. Suara damaru, alat musik tradisional, menggema di sekitar, menciptakan suasana yang mendukung refleksi dan kedamaian. Ketua Tim Pemanfaatan Candi Prambanan, I Nyoman Ariawan Atmaja, menggambarkan acara ini sebagai momentum untuk penyucian jiwa dan penguatan kebersamaan melalui ritual sakral yang memadukan seni, budaya, dan nilai spiritual yang terkandung di dalam Candi Prambanan.

“Mahashivaratri adalah salah satu hari suci terpenting bagi umat Hindu di seluruh dunia,” ungkapnya. “Hari ini diperingati sebagai momen pemujaan kepada Dewa Shiva, Sang Pelebur, dan sumber kesadaran tertinggi dalam ajaran Hindu.” Bagi kita di Indonesia, perayaan ini menjadi lebih berarti ketika dilaksanakan di kompleks Candi Prambanan, yang merupakan candi Hindu terbesar di tanah air.

Ritual dan Prosesi Penuh Makna

Suasana magis terasa lebih kuat dengan hadirnya parade budaya yang berlangsung dari Candi Kedulan menuju Candi Prambanan. Dalam parade ini, kita bisa melihat barisan pembawa benda sakral serta air suci dari 36 provinsi dan sembilan candi Nusantara. Air suci tersebut, melalui prosesi Maha Gangga Tirta Gamana, dipersatukan sebagai simbol pemurnian diri dan harmoni semesta.

Melangkah lebih dalam ke inti ritual, umat mengikuti persembahyangan Abhisekam, yang terdiri dari berbagai tahapan upacara penyucian. Abhisekam Mahashivaratri menjadi puncak dari serangkaian persembahan, diikuti oleh Abhisekam 4 dan 5 yang berlanjut hingga fajar menyingsing. Setiap langkah dalam ritual ini membawa makna mendalam bagi setiap individu untuk melepaskan beban masa lalu dan lahir kembali dengan kesadaran yang lebih jernih.

Pesona Festival Dhipa dan Teknologi Modern

Festival Dhipa menambahkan dimensi visual yang menakjubkan dengan penyalaan 1.008 pelita yang dinyalakan secara serentak. Suara damaru yang menggetarkan sukma semakin memperkuat suasana magis. Tidak hanya itu, atraksi video mapping yang memukau juga menghiasi candi dengan teknologi cahaya, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para peserta.

Melalui nyala dipa, kita diingatkan untuk kembali kepada keseimbangan hidup. Filosofi yang terkandung dalam tiga sisi dipa mencerminkan energi Trimurti: Dewa Brahma sebagai sumber cahaya awal, Dewa Wisnu sebagai penjaga harmoni, dan Dewa Shiva yang menghilangkan kegelapan untuk membawa manusia menuju kesadaran diri tertinggi.

Kolaborasi untuk Kesuksesan Mahashivaratri

Acara Mahashivaratri 2026 ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata, Kementerian Agama melalui Dirjen Bimas Hindu, Tim Pemanfaatan Candi Prambanan, Kementerian Kebudayaan, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan InJourney Destination Management. Kerja sama ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi untuk melestarikan budaya dan spiritualitas yang kaya di Indonesia.

Insight Praktis

Menghadiri acara seperti Mahashivaratri tidak hanya memberikan pengalaman spiritual yang mendalam, tetapi juga memperkaya pengetahuan kita tentang budaya dan tradisi. Pastikan untuk memahami makna di balik setiap ritual dan prosesi yang dilakukan. Jika kamu berkesempatan untuk menghadiri acara serupa di masa mendatang, ambil waktu untuk benar-benar meresapi suasana dan makna dari setiap kegiatan.

Kesimpulan

Dengan suksesnya Prambanan Shiva Festival 2026 yang ditutup dengan 1.008 pelita yang memukau, kita tidak hanya merayakan keberagaman budaya dan spiritual, tetapi juga momen refleksi dan pertumbuhan pribadi. Mari kita terus menjaga semangat kebersamaan dan kedamaian yang tercipta dalam perayaan ini, serta mengaplikasikan nilai-nilai yang telah diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga pengalaman ini membawa kita lebih dekat kepada kesadaran diri dan harmoni dengan alam semesta.

Related Articles

Back to top button